RSS

Monthly Archives: March 2009

sakit namun tak bisa mengeluh

siang itu matahari terang benderang. lonceng sekolah berbunyi. anak-anak pun langsung berlarian keluar kelas. namun aku masih berkutat dengan tugasku yang hampir selesai. aku tak ingin mengerjakannya dirumah. karena dirumah aku punya tugas mengurus adikku yang masih SD.

“lo ikut kan?” tanya sarah.
“gue ga bisa, sar.” ucapku.
“lo kenapa sy ga pernah ikut klo kita kerja kelompok?” tanya hani.
“iyaa.. lo pasti slalu punya alesan supaya ga ikut.” ucap dista.
“maav yaa.. tugasnya biar gue kerjain sendiri deh. besok pasti gue bawa kok.” ucapku.
“udh lo ikut aja lah.” ucap dista lagi.
“iyaa sekali ini aja.” ucap hani.
“tapi gue ga lama yaa.” ucapku.
“iya. yang penting lo ikut.” ucap sarah.

aku pun terpaksa ikut teman-teman kelompokku ke rumah sarah untuk mengerjakan tugas. pada hal aku sudah menawarkan diri untuk mengerjakan semuanya sendiri. tapi mereka menolak. mereka mau mengerjakannya bersama-sama saja. tak seperti biasanya. tapi ya sudah. aku hanya mengalah. satu kali ini saja. semoga mama tidak marah aku pulang sedikit terlambat.

tugas selesai. aku pun beranjak pulang. matahari mulai turun saat aku sampai di depan gang rumahku. ibu-ibu sedag bergosip didepan salah satu rumah. anak-anak kecil sedang bermain disekeliling mereka. aku berjalan menyusuri gang. menyapa ibu-ibu. tersenyum pada anak-anak kecil. aku hampir sampai dirumah saat tiba-tiba mobil milik mamaku melintas melewatiku. mendahuluiku sampai dirumah. lalu ia turun dari mobil. dan menghampiriku.

PAAKK. sebuah tamparan mendarat di pipi kiriku. sakit.

“kemana kamu baru pulang jam segini? dasar anak ga tau diuntung!” ucap mama marah.

PAAKK. tamparan ke dua pun menyusul. kupingku pengang. orang-orang mulai memperhatikan aku. aku malu. namun tak berdaya aku mengelak dari tamparan itu. karena sekali mengelak yang aku terima malah semakin banyak.

“MASUK!!” ucap mama sambil menarik rambutku.

aku hanya mampu mengikuti kemana tanggannya menarikku. sambil menahan isak tangis di bibirku. karena air mataku tak menjadikan mama melunak. dia malah akan semakin marah karena dia bilang aku cengeng. mama menghempaskan aku ke sofa ruang tamu.

“kamu tau ini jam berapa? kemana aja kamu baru pulang sekolah jam segini? pacaran kamu? kelayaban aja bisanya! dasar anak setan! ga tau diuntung! mau jadi apa kamu? mau jadi cabo kamu? mama udah sering kali bilang, kalo pulang sekolah itu pulang! jangan malah kelayaban kaya anak ga punya rumah!” ucap mama.

lalu tamparan kembali diberikan mama padaku. entah berapa banyak tamparan lagi yang dihadiahkan mama bagiku sore itu. yang aku tau besok aku pasti sekolah dengan wajah lebam. seperti yang sering ku alami. guru-guru hanya bisa melihat dengan wajah iba. lalu para tetangga akan bergunjing tentang aku yang nakal dan mamaku yang pemarah. tapi aku bisa apa? aku hanya bisa menerima. karena dia ibuku. karena aku berhutang banyak hal padanya.

——————————————————————————————————————————
[untuk para korban KDRT yang tak mampu bicara]

 
Leave a comment

Posted by on 31 - March - 2009 in kitty

 

Tags:

melupakan cinta

“maavin aku sayang..” ucapnya.
aku hanya mampu menganguk. tak mampu berkata-kata. bahkan tak mampu menangis. bukan. bukannya aku tidak merasa sakit. bukannya aku tidak ingin marah. tapi aku hanya tak mengerti. kenapa begitu mudah baginya menyakiti aku. setalah 2 setengah tahun aku berusaha sabar dengan segala sikapnya. setelah begitu banyak perempuan yang hadir diantara aku dan dia. dia hanya mampu minta maav. namun tetap akan mengulanginya lagi. tapi kenapa sekarang? mengapa hari ini?

hari ini hanya 5 minggu sebelum pernikahan kami yang rencananya akan dilangsungkan. undangan sudah mulai disebar. baju pengantin hampir selesai dijahit. gedung sudah dibayar. pertunangan kami pun sudah dilangsungkan 3 hari lalu. jadi kenapa dia mengulanginya lagi. kenapa dia dengan bodohnya check ini di hotel tempat aku memberikan seminar. kenapa dia dengan tololnya memarkir mobilnya di depan lobby hotel. kenapa dia harus mengulanginya lagi? apa salahku?

dia mulai bicara lagi. mengurai maav berhias janji yang tak akan dia ingat esok hari. namun aku tetap diam. bahkan enggan mendengarkan sampah yang keluar dari mulutnya. aku tak tau kenapa begini. aku tak mengerti kenapa harus berulang kali terjadi. khilafnya. sakitku. cintanya. perihku. mungkin memang sudah waktunya aku pergi. mungkin dengan kepergianku dia akan mengerti. aku tak berharap dia berubah. tapi aku berdoa dia mengerti. bahwa cinta itu bukan mainan. aku juga bukan boneka.

“kita putus aja.” ucapku.
“tapi kata kamu, kamu maafin aku.” ucapnya.
“iya aku memang maafin kmu.” ucapku.
“trus kenapa kamu mutusin aku? lalu pernikahan kita?” tanyanya.
“karena aku ga cukup berharga buat kamu jaga perasaannya. jadi apa mungkin pernikahan kita akan cukup berharga untuk kamu jaga.” jawabku.
dia bungkam.
“jangan sedih. luka itu ga akan ada terlalu lama dan ga juga terlalu dalam buat kamu. kamu tenang aja. aku yang akan bilang sama keluargaku dan keluarga kamu. jangan takut. aku ga akan bilang apa-apa tentang alasanku membatalkan pernikahan kita.” ucapku.

aku berlalu. tak berniat menengok untuk melihat bagaimana ekspresinya. aku membulatkan tekatku untuk pergi dari hidupnya. melupakan dia dan cintaku untuknya. aku melangkah keluar dari apartment tempat tinggalnya. lalu sesuatu menabrakku. aku terhempas.seluruh badanku sakit. kemudian gelap menyergap.

“sayang kamu udah sadar?” ucap seseorang.
“mama..” ucapku.
“ini aku sayang.” ucapnya.
“kamu siapa?” tanyaku.
“aku tunangan kamu. kamu calon istriku.” ucapnya.
“aku ga inget siapa kamu.” ucapku.
“tapi kamu mencintai aku.” ucapnya meyakinkan aku.

aku terdiam. aku mencerna. aku menggeleng. kemudian wajahnya berubah pucat. membisu tak bersuara.

 
4 Comments

Posted by on 13 - March - 2009 in kitty

 

Tags: , ,

a simple kiss

i lay on my bed. next to him. i’m smile. he is smile. i kiss his nose, a simple good night kiss. he kiss my forehead. ‘i love you’ i said. ‘i love you’ he said. i turn left. he turn me back. hold me tight. then sleep. i love to see him fall asleep.

i wake up in the morning. he still sleeping. i move my self slowly. go out from our room. drink a glass of water. i go bac to bedroom bring another glass of water. ‘wake up baby’ i said. he open his eyes. i give him a water and he drink it. he give me back the empty glass. i put it on the table. he open his arms when i look back to him. i take my head on his chest. ‘i love you’ he siad. ‘i love u’ i said. i kiss his lips, a simple good morning kiss. he kiss my forehead. i move my body. he not let me go. ‘just stay for a while’ he siad. i’m smile and stay.

he walk out the door. i follow him, bring his bag. he take his bag from me. i adjust his tie. he kiss my forehead. i kiss his hand, a simple good luck kiss. he left. i’m waving my hand.

i’m open the door. he is there. i walk closer to him. staring his face. i touch his hand. cold. i touch his lips. cold. i find a blood there. i cry. he silent. ‘i love you’ i said. he silent. i kiss his forehead, a simple goodbye kiss. then i put the white blanket covering his body.

 
2 Comments

Posted by on 13 - March - 2009 in kitty

 

Tags: , , ,

menyesal kah?

satu lagi pasien yang harus aku pastikan keadaannya lalu aku bisa kembali pulang kerumah. kembali beristirahat dari pekerjaanku, kembali berkutat dengan hidupku yang lain yang bahkan tak memberikanku sedetikpun istirahat. pasien terakhir ini hanya punya waktu sedikit. kapan pun dia bisa saja dipanggil kembali pada Tuhannya. mengidap penyakit HIV sejak 3 tahun lalu, kehilangan bayi yang dikandungnya setengah tahun lalu, dan kini berada pada kondisi terburuknya. aku membuka pintu kamar rawat inapnya yang gelap. ku fikir dia sudah tidur, namun aku salah, aku justru mendengar kata-katanya pada suaminya dalam suara yang semakin menghilang.

“menyesal kah kamu mengenal aku?” ..sunyi..
“menyesal kah kamu mencintai aku?” ..sunyi..
“menyesal kah kamu menikah denganku?” ..sunyi..
“menyesalkah kamu merelakan kesehatanmu dan menjadi ODHA untuk usaha kita memiliki anak yang bahkan tak mampu lahir dari rahimku?” ..sunyi..
“menyesal kah kamu menemaniku saat ini?” ..sunyi..

lama aku menunggu jawaban. namun ternyata suaminya tak hendak memberikan jawaban apa pun. akhirnya aku memberanikan diri menyibak tirai yang mengelilingi tempat tidurnya. menyalakan lampu dan memeriksanya. aku memeriksa keadaannya dalam diam. memberikan catatan pada laporan kesehatannya dan mengingatkannya untuk beristirahat dan meminum obatnya. lalu aku meninggalkan ruangan itu. berjalan di tengah lorong Rumah Sakit menuju ruanganku. merapihkan barang-barangku, beranjak pulang.

saat aku menghidupkan mobilku beberapa orang dengan seragam rumah sakit menghampiriku. menyampaikan bahwa pasienku kritis. aku memberikan barang-barangku pada salah satu diantara mereka. lalu bersama yang lain menuju ruang rawat sambil kembali menggunakan jas dokterku. saat aku tiba ruangan itu terang benderang namun sunyi. aku melangkah menghampiri pasienku dan memeriksanya. tak ada detak jantung, tak ada denyut nadi, tak ada tanda-tanda kehidupan lagi. aku menutup tubuhnya dengan kain yang menyelimuti tubuhnya. menjelaskan keadaannya pada suaminya dan menyampaikan dukaku atas kehilangannya, namun hanya dijawab dengan anggukan dan ucapan terima kasih yang keluar tanpa suara. setelah para perawat keluar aku pun berjalan meninggalkan ia dan jasad istrinya. namun aku terpaku selangkah sebelum mencapai pintu, mendengar ucapannya.

“aku ga pernah menyesal mengenal kamu, karena kamu hal terindah dalam hidupku. aku ga pernah menyesal mencintai kamu, karena kamu lah cinta di hidupku. aku ga pernah menyesal menikah dengan kamu, karena itu bahagia yang pernah aku miliki sepanjang hidupku. aku ga pernah menyesal menjadi ODHA, karena aku tau aku memberikanmu kebahagiaan terbesar bagimu saat kamu mengandung anak kita meskipun harus kehilangan dia. aku ga pernah menyesal menemani kamu disaat terakhirmu, karena justru aku takut meninggalkanmu dalam kesendirian. aku tak pernah siap kehilangan satu-satunya hal terpenting dalam hidupku. aku mencintai kamu karena kamu lah duniaku. dunia dimana setiap hari aku tinggal dan bernafas. karena tanpa kamu aku bukan apa-apa.”

 
Leave a comment

Posted by on 13 - March - 2009 in kitty

 

Tags: , , ,

kelabu

kertas putih itu perlahan berubah menjadi kelabu, namun bukan inginku menjadikannya seperti itu. begitu banya hitam yang tadinya kutuangkan dalam pucatnya putih, namun tetesan air mataku menjadikannya pudar. pekatnya hilang. lalu tinggal lah sang kelabu..

aaahh.. andai saja td aku menuangkan merah diatas putih itu, mungkin air mataku bisa menjadikannya sewarna bunga-bunga ditaman surga. andai tadi aku menuangkan hijau diatas putih itu, mungkin air mataku bisa menjadikannya serupa sahara yg membentang. andai saja tadi aku menuangkan biru diatas putih itu, mungkin air mataku bisa menjadikannya seperti langit. entah mengapa tadi aku memilih hitam, dan aku tak tau mengapa aku harus meneteskan air mata diatas karyaku, kemudian menjadikannya sewarna awan mendung.

yaa, mungkin itu hanya refleksi kehidupanku yang kelam. penuh hitam, berisi air mata, dan kini kelabu. tapi tunggu dulu.. bila itu memang hidupku mungkin saja itu pertanda baik bila hitamku mulai memudar seiring waktu yang ada dan air mata yang menghiasi. huff.. entah lah. hanya manusia lain yang mampu menilai. karena sejak aku diciptakan, kemudian dilahirkan dan menjadi seperti sekarang ini rasanya aku tak pernah diberi waktu dan ruang untuk menilai karyaku sendiri. teronggok diatas tumpukan penyesalan atas begitu banyak karya yang menurut semua orang ‘itu SAMPAH!’.

 
Leave a comment

Posted by on 13 - March - 2009 in kitty

 

Tags: , ,

jerk or cute little puppy

i read this on one of my books
she trust that a jerk not always be a jerk. it’s all about how to handle them. cos a jerk for so many woman can be a ‘cute little puppy’ for another woman

and this is my opinion
i trust that everybody always have a good side and bad side.. and i ever met few of people who being such a jerk, but in other side their can be sooooooo nice [to me].. i dont know why that always happening to me that someone who doing a bad things for many people can be good for me.. some people said, that becouse i always can handle them in better way.. but i dont ever think so, cos i’m also not a good person for few people.. or just say that for some of people i’m a jerk..
yeah, maybe some people who will read this post know that sometime i’m hurt somebody’s heart.. and maybe those people also know that few jerk can be a ‘cute little puppy’ when they be with me.. then i just can say that i’m absolutely agree with that sentence up there.. cos i ever met those jerk who became my ‘cute little puppy’ and i ever being somebody’s ‘cute little puppy’ when other person think that i’m a jerk..

 
Leave a comment

Posted by on 13 - March - 2009 in kitty

 

Tags: , ,

rumah masa depan

humm..
semua orang pasti berangan-angan memiliki rumah yang indah dalam hidupnya, mungkin rumah besar dengan halaman luas atau rumah kecil dengan kehangatan keluarga didalamnya..
aku tak tau apa yang terlintas dibenak kalian..
tapi yang terlintas dibenakku tentang rumah hanyalah seperti apa bentuk rumahku di masa depan..
iyaa, masa depan yang itu, masa setelah kehidupanku selesai aku jalankan..
rumah abadi, tempat ragaku beristirahat saat jiwaku menjalani kehidupan setelah kehidupan ini..
sebenarnya pernah terlintas dibenakku bahwa setelah aku selesai menjalani hidupku aku ingin di kremasi, lalu sisa abunya disebarkan di tempat-tempat yang aku sukai..
namun ajaran agamaku tak memperbolehkan kremasi..
jadi aku merancang sebuah angan baru..
yang pernah ku utarakan pada seseorang tak lama sebelum ini..

aku tak meminta rumah dengan ukuran yang berbeda dari milik orang lain, karena ukuran yang ditentukan itu sudah cukup luas untuk ragaku..
aku ingin pualam putih bersih berada disana, tertulisakan namaku, hanya namaku tanpa nama ayah kandungku..
lalu mungkin juga sebaris kata yang mencerminkan hidupku, yang mungkin berasal dari karya-karyaku..
lalu rumah itu harus berada di tempat dimana aku begitu bahagia bila berada disana, di tempat aku mampu merasakan kebebasan yang sebebas-bebasnya, tepi laut..

membayangkan rumah itu dibangun orang-orang yang aku cintai untuk kehidupan abadiku nanti bisa membuatku begitu bahagia..
iyaa, hanya dengan membayangkannya saja..
mungkin hal ini akan terlewati ketika nanti aku pergi..
mungkin saja orang-orang hanya membuatkan aku rumah masa depan seperti yang semua orang miliki..
rumah masa depan yang berada ditengah desakkan rumah masa depan milik orang lain, terhimpit ditengah ramainya kota, dan memiliki kemungkinan digusur dikemudian hari demi orang lain yang masih bernyawa..
tapi sudah lah, aku toh hanya bilang ini angan..
dan sejumput harapan yang aku miliki tentang rumah masa depanku.

 
Leave a comment

Posted by on 13 - March - 2009 in kitty

 

Tags: , ,