RSS

Monthly Archives: October 2009

gadis kecil penjaja payung

hari yang buruk. mendung menggantung. angin berhembus kencang. benar-benar tidak mendukung. padahal aku harus keluar rumah dan membeli beberapa bahan makanan. ya aku tau,  memang bagi banyak orang tidak terlalu penting membeli persediaan makan bulanan, tapi bagi aku ini sangat penting. bila tidak hari ini aku tidak akan punya waktu lagi untuk berbelanja. semua harus sesuai schedule atau aku tidak bisa makan dirumah selama 2 minggu dan akan terpaksa mengeluarkan uang lebih banyak untuk makan diluar atau membeli makanan delivery. uangku memang cukup untuk itu semua. tapi terlalu sia-sia jika sebenarnya aku bisa meminimalisasikan pengeluaranku dengan membeli bahan makanan pada saat pekerjaanku sedang off.

sangat sulit mencari waktu luang jika bekerja sebagai creative director di agency periklanan. tapi pekerjaan ini lah yang mampu ku lakukan untuk memanfaatkan pendidikan dan hobiku. sebut saja satu hari dimana seluruh dunia sedang santai dan bisa tidur seharian, di hari itu pekerjaanku justru ada pada tingkat stress yang tinggi. memaksaku untuk tetap datang ke kantor atau menemui klien atau bila aku di rumah sekali pun aku tetap saja akan menghabiskan waktu 24 jam itu di depan komputer. melelahkan? ya! namun ini pekerjaan yang memuaskan secara pribadi dan financial bagiku.

jadi hari ini aku harus tetap keluar untuk membeli persediaan makanan untuk sebulan kedepan. walau pun sebenarnya pasar swalayan tidak terlalu jauh dari rumahku namun mengingan cuaca yang kurang mendukung dan belanjaan yang hendak ku beli, aku terpaksa membawa mobil.

15 menit, dan aku sudah sampai di dalam pasar swalayan.

10 menit kemudian, hujan diluar mulai turun, suaranya terdengar hingga ke dalam swalayan, sepertinya cukup besar untuk ku sebut badai.

setelah 20 menit, aku masih berkutat dengan catatan keperluan rumah tangga, dan sesaat terlintas seandainya saja aku punya istri untuk mengurusi urusan rumah tangga seperti ini, namun sesaat kemudian angan itu menguap seperti biasanya.

akhirnya setelah hampir 1 jam aku berada didalam swalayan itu kegiatan melelahkan ini pun selesai.

aku masih tidak mengerti kenapa wanita begitu senang berbelanja jika kenyataannya berbelanja bisa membuat kita lelah secara mental, fisik, dan financial. aku melangkah keluar dan ternyata hujan belum berhenti. aku memang tidak phobia terhadap air atau hujan, namun bahan makanan yang baru saja ku beli ini bisa basah bila aku paksa untuk tetap berjalan menuju mobil tanpa payung, dan bodohnya aku lupa membawa turun payungku saat tadi aku sampai disini. beberapa anak mejajakan payung namun seorang gadis kecil berada paling dekat denganku dan akhirnya aku memintanya memayungiku karena aku masih membawa troli belanjaanku.

“kamu ga sekolah?” tanyaku.

“sekolah, om.” jawabnya.

“oh, bagus kalau begitu. tapi kenapa sekarang kamu malah disini dan bukan sekolah?” tanyaku lagi.

“saya belum bayar uang sekolah 2 bulan, om. kata ibu kepala sekolah saya ga boleh sekolah kalau belum bisa bayar.” ujarnya.

“emang kalau sudah selesai sekolah mau jadi apa?”

“saya mau seperti orang yang bisa membuat itu.” ucapnya sambil menunjuk kearah sebuah billboard besar bergambar mobil.

“mau bikin mobil?” tanyaku penasaran.

“bukan, om. bukan bikin mobil. tapi bikin gambar itu.”

“kenapa?”

“ya kan kerjanya cuma menggambar trus dapet uang, gampang kan.” ucapnya riang.

“kamu suka menggambar?”

dia mengangguk. aku tersenyum. billboard yang ditunjuknya itu adalah salah satu iklan brand yang dibuat oleh agency tempatku bekerja, dan aku yang membuat konsep gambar itu. aku tidak mengatakannya pada gadis kecil ini. aku juga tak ingin merusak mimpinya dengan mengatakan bahwa pekerjaanku tidak sesimple apa yang dipikirkannya. sebuah cita-cita selalu berawal dari mimpi dan harapan. karena itu aku tak pernah berhenti bermimpi. dan mimpi gadis kecil ini untuk mendapatkan cita-citanya tentu akan membawanya untuk berusaha sekuat dia mampu.

aku sampai di mobil dan memindahkan semua belanjaanku kedalam mobil. setelah itu aku masuk kedalam mobil. membuka laci depan mobilku dan mengambil beberapa lembar uang.

“semoga uang ini cukup untuk kamu bayar uang sekolah ya. setelah ini kamu pulang dan menggambar saja dirumah. kalau terus kehujanan nanti kamu sakit dan besok tidak bisa sekolah. kalau tidak sekolah nanti tidak bisa membuat gambar seperti yang disana itu.” ucapku.

anak kecil itu terpaku melihat uang yang aku berika padanya lalu berujar, “terima kasih, om.”

“saya harap suatu hari nanti saat saya ketemu kamu lagi kamu sudah bisa membuat gambar yang lebih baik dibanding yang dibuat oleh pembuat gambar tadi, ya.” ucapku.

“pasti!” ucapnya.

aku tersenyum lalu menyalakan mobilku dan membawanya keluar dari parkiran pasar swalayan itu. dengan sebuah semangat baru untuk menciptakan ide yang lebih baik tanpa mengeluh lelah. serta secercah harapan dan doa bagi gadis kecil penjaja payung tadi agar suatu hari kata-kata dan impiannya menjadi kenyataan.

 
2 Comments

Posted by on 16 - October - 2009 in kitty

 

Tags: ,